Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Berantas Demam Berdarah , Mahasiswa Unitri Aplikasikan Eco-Friendly Mosquito Control

11 Feb 2025, 22:49 WIB Last Updated 2025-02-11T15:49:15Z
iklan
Berantas Demam Berdarah , Mahasiswa Unitri Aplikasikan Eco-Friendly Mosquito Control
Suaraperubahan.com / Malang - Kelompok 22 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Angkatan 2 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) sukses melaksanakan program pemberantasan sarang nyamuk dengan pendekatan sanitasi serta pemanfaatan tanaman anti-nyamuk berbasis eco-friendly di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai dari 20 Januari hingga 20 Februari 2025, dan berfokus pada upaya mengurangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap menjadi keluhan tahunan masyarakat setempat.

Kelompok 22, yang terdiri dari sembilan mahasiswa Program Studi Agribisnis UNITRI, dipimpin oleh Yohana Farmita Go dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Tirta Yoga.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membangun sistem sanitasi yang baik, serta memanfaatkan tanaman alami seperti lavender dan kemangi sebagai pengusir nyamuk alami." ungkap Tirta Yoga, rabu (5/2/25).

Menurutnya, Desa Pagersari memiliki permasalahan sanitasi yang cukup serius, terutama akibat limbah kotoran ternak yang tergenang di saluran air yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini menciptakan habitat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko penyebaran DBD.

"Sebagai solusi, tim PMT Kelompok 22 menggelar sosialisasi kepada warga setempat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan cara efektif mengelola limbah ternak agar tidak menjadi sarang nyamuk." tambah Tirta Yoga.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selama ini, kami belum memahami bagaimana mengelola limbah ternak dengan baik agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dengan adanya edukasi ini, kami lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap salah satu warga Pagersari.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa dan kelompok tani serta peternak. Warga tidak hanya mendapatkan edukasi tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan limbah dan penanaman tanaman anti-nyamuk di sekitar rumah dan area publik seperti balai desa dan sekolah.

Tirta Yoga selaku Pembimbing Lapang PMT, mengapresiasi atas usaha peserta PMT serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya berlangsung selama satu bulan, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan oleh warga Pagersari agar kasus DBD dapat diminimalkan di tahun-tahun mendatang. Selain itu, pemberian bibit tanaman anti-nyamuk akan terus dikembangkan dalam program PMT selanjutnya, termasuk ke arah pembuatan ekstraksi dari tanaman ini,” pungkas Tirta Yoga.

Universitas Tribhuwana Tunggadewi melalui program PMT terus berkomitmen untuk terus kontribusi bagi penanganan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan berbasis kearifan lokal dan teknologi ramah lingkungan.

Iklan

iklan