Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dari Pisang Hingga Sosialisasi PIRT, Mahasiswa Unitri Dukung Perekonomian Desa Jombok

15 Feb 2025, 13:31 WIB Last Updated 2025-02-15T06:31:16Z
iklan
Dari Pisang Hingga Sosialisasi PIRT, Mahasiswa Unitri Dukung Perekonomian Desa Jombok
Suaraperubahan.com / Malang - Dusun Songkorejo dikenal sebagai salah satu daerah dengan hasil panen pisang yang melimpah. Namun, sebagian besar hasil panen hanya dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi atau dijual dalam bentuk bahan mentah dengan harga rendah.

Merespon hal tersebut, melalui program PMT, sejumlah Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malanh tergerak untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah pelatihan, salah satunya melalui pembuatan Kripik Pisang.

"Melalui pelatihan ini, warga diajak untuk mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, program ini juga bertujuan membantu UMKM lokal memahami pentingnya legalitas melalui sertifikasi PIRT, yang dapat memperluas jangkauan distribusi produk mereka." ujar Alfred Kawodu, Kordinator PMT.

Kegiatan Pelatihan yang dilaksanakan di Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang Pelatihan ini dilaksanakan di Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang tersebut melibatkan Kelompok 30 PMT UNITRI dan anggota PKK Desa Jombok sebagai peserta utama. Para mahasiswa memberikan pendampingan langsung selama proses pelatihan untuk memastikan peserta memahami setiap langkah produksi.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa membuka wawasan masyarakat Desa Jombok tentang potensi pengolahan pangan berbasis pisang. Selain itu, kami juga ingin mendorong anggota PKK untuk memanfaatkan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai ekonomi." harap Editya Hendrawarman, Dosen Pembimbing Lapang Kelompok 30 PMT Unitri, yang saat itu sedang mendampingi kegiatan pelatihan kepada Suaraperubahan.com

Editya Hendrawarman, melalui pemberdayaan tersebut juga berharap Desa Jombok sebagai penghasil produk olahan pisang dan berkualitas bisa dikenal masyarakat luas. Beberapa kelompok masyarakat yang menekuni pengelolaan kripik pisang di desa tersebut masih belum memiliki kualitas sebagai salah satu bentuk jaminan kualitas produk olahan.

"Dalam program ini kami juga melakukan sosialisasi pengurusan PIRT sebagai salah satu syarat legalitas produk UMKM lokal." pungkas Editya Hendrawarman.

Iklan

iklan