
Suaraperubahan.com / Malang - Mahasiswa Agribisnis Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Kelompok 37 menggelar sosialisasi bertajuk “Peningkatan Kualitas dan Daya Tarik Produk Bawang Merah dan Kerupuk Lempeng”.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (18/2/25) di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan partisipasi petani bawang merah dan pelaku usaha kerupuk lempeng setempat. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah desa, akademisi, serta pelaku usaha lokal.
Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa UNITRI sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung pengembangan usaha lokal.
Ketua PMT Kelompok 37, Fredi, menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat dalam mengembangkan produk mereka agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani dan pelaku usaha lokal, seperti rendahnya daya tarik produk di pasar dan kendala distribusi. Dengan meningkatkan mutu produk serta memperbaiki strategi pemasaran, produk unggulan desa diharapkan mampu bersaing lebih baik, baik di pasar lokal maupun nasional.
Dalam sambutannya, Bapak Wahyu, perwakilan Pemerintah Desa Purworejo, mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini.
“Kami berharap wawasan yang diberikan dapat mendorong daya saing produk unggulan desa, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.
Kegiatan ini menghadirkan Umi Rofiatin, seorang ahli di bidang agribisnis, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memperhatikan aspek kemasan, branding, dan distribusi sebagai kunci dalam meningkatkan daya jual produk.
“Peningkatan kualitas produk tidak hanya soal proses produksi, tetapi juga bagaimana produk itu dipasarkan. Kemasan yang menarik dan strategi branding yang tepat akan menambah nilai jual produk,” jelas Umi Rofiatin.
Selain sesi pemaparan, acara ini juga mencakup diskusi interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi, serta mendapatkan solusi dari narasumber dan mahasiswa.
Melalui program ini, mahasiswa UNITRI berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha.
“Kami percaya kolaborasi ini dapat memperkuat sektor agribisnis desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Fredi.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (18/2/25) di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan partisipasi petani bawang merah dan pelaku usaha kerupuk lempeng setempat. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah desa, akademisi, serta pelaku usaha lokal.
Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa UNITRI sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung pengembangan usaha lokal.
Ketua PMT Kelompok 37, Fredi, menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat dalam mengembangkan produk mereka agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani dan pelaku usaha lokal, seperti rendahnya daya tarik produk di pasar dan kendala distribusi. Dengan meningkatkan mutu produk serta memperbaiki strategi pemasaran, produk unggulan desa diharapkan mampu bersaing lebih baik, baik di pasar lokal maupun nasional.
Dalam sambutannya, Bapak Wahyu, perwakilan Pemerintah Desa Purworejo, mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini.
“Kami berharap wawasan yang diberikan dapat mendorong daya saing produk unggulan desa, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.
Kegiatan ini menghadirkan Umi Rofiatin, seorang ahli di bidang agribisnis, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memperhatikan aspek kemasan, branding, dan distribusi sebagai kunci dalam meningkatkan daya jual produk.
“Peningkatan kualitas produk tidak hanya soal proses produksi, tetapi juga bagaimana produk itu dipasarkan. Kemasan yang menarik dan strategi branding yang tepat akan menambah nilai jual produk,” jelas Umi Rofiatin.
Selain sesi pemaparan, acara ini juga mencakup diskusi interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi, serta mendapatkan solusi dari narasumber dan mahasiswa.
Melalui program ini, mahasiswa UNITRI berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha.
“Kami percaya kolaborasi ini dapat memperkuat sektor agribisnis desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Fredi.