
Suaraperubahan.com / Malang - Panglima Divisi 2 Kostrad Mayor Jendral Susilo beserta sejumlah staf berkunjung ke Graha Yakusa Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat serta organisasi mahasiswa dan pemuda serta tenaga pendamping desa pada Selasa (11/02/2025).
Dalam kunjungan itu Pangdiv 2 Kostrad didampingi oleh Aster Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf Indra Hirawanto, S.Sos., M.I.Pol dan Dan Brigif Para Raider 18 Kostrad, Kolonel Risa Wahyu P serta mantan Kadisnaker Kab Malang Yoyok Wardoyo.
Founder Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Graha Yakusa, H. Muhlis Ali menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran Mayjend Susilo dan berkenan tukar pikiran bersama sejumlah tokoh masyarakat serta tokoh pemuda dan mahasiswa serta pendamping desa di Pagelaran Kabupaten Malang ini.
"Kehadiran Beliau di Graha Yakusa ini sangat berarti, karena meski tidak berlangsung lama kurang lebih 1,5 jam saja, termasuk beliau tadi juga sempat Sholat Dhuhur Berjamaah, telah terjadi tukar fikiran, ide serta gagasan guna memperkuat sejumlah program nasional khususnya sektor ketahanan pangan dan pengolahan sampah di masyarakat," kata Muhlis Ali kepada pers, Selasa (11/02/2025).
Muhlis Ali berharap kedepan silaturahmi dan upaya diskusi dan implentasi dari hasil diskusi ketahanan pangan dan pengolahan sampah tersebut bisa segera direalisasikan dan bisa semakin diperluas cakupannya.
"Perlu pertemuan lebih besar lagi, saat ini masih terbatas. Kedepan ide-ide gagasan beliau [Mayjend Susilo] mesti dalam kontek ketahanan pangan terintegrasi dan pengolahan sampah mesti diperluas dan semakin banyak pihak di Kabupaten Malang bisa mengetahui dan terpenting bisa menerapkannya guna menyokong Asta Cita Presiden Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabumi Raka," ungkapnya.
Mayjend Susilo menyampaikan rasa terima kasihnya dan penghargaan untuk tuan rumah Founder Graha Yakusa serta sejumlah pihak yang berkenan berdiskusi dan bersilaturahmi.
"Silaturahmi itu adalah salah satu upaya mempererat persaudaraan serta menjaga tradisi lama bangsa kita yang perlahan tergerus jaman. Dengan silaturahmi apalagi diselingi diskusi dan tukar ide serta gagasan akan semakin memperkukuh persaudaraan termasuk membantu pemerintah dalam mensukseskan program-program utamanya sehingga cita-cita besar negara mensejahterakan masyarakat perlahan bertahap bisa terwujud," kata Mayjend Susilo.
Secara khusus Susilo berjanji akan banyak melakukan silaturahmi dan kunjungan ke sejumlah tokoh masyarakat guna bersama-sama berkalaborasi dalam memajukan negeri.
Dalam kunjungan itu Pangdiv 2 Kostrad didampingi oleh Aster Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf Indra Hirawanto, S.Sos., M.I.Pol dan Dan Brigif Para Raider 18 Kostrad, Kolonel Risa Wahyu P serta mantan Kadisnaker Kab Malang Yoyok Wardoyo.
Founder Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Graha Yakusa, H. Muhlis Ali menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran Mayjend Susilo dan berkenan tukar pikiran bersama sejumlah tokoh masyarakat serta tokoh pemuda dan mahasiswa serta pendamping desa di Pagelaran Kabupaten Malang ini.
"Kehadiran Beliau di Graha Yakusa ini sangat berarti, karena meski tidak berlangsung lama kurang lebih 1,5 jam saja, termasuk beliau tadi juga sempat Sholat Dhuhur Berjamaah, telah terjadi tukar fikiran, ide serta gagasan guna memperkuat sejumlah program nasional khususnya sektor ketahanan pangan dan pengolahan sampah di masyarakat," kata Muhlis Ali kepada pers, Selasa (11/02/2025).
Muhlis Ali berharap kedepan silaturahmi dan upaya diskusi dan implentasi dari hasil diskusi ketahanan pangan dan pengolahan sampah tersebut bisa segera direalisasikan dan bisa semakin diperluas cakupannya.
"Perlu pertemuan lebih besar lagi, saat ini masih terbatas. Kedepan ide-ide gagasan beliau [Mayjend Susilo] mesti dalam kontek ketahanan pangan terintegrasi dan pengolahan sampah mesti diperluas dan semakin banyak pihak di Kabupaten Malang bisa mengetahui dan terpenting bisa menerapkannya guna menyokong Asta Cita Presiden Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabumi Raka," ungkapnya.
Mayjend Susilo menyampaikan rasa terima kasihnya dan penghargaan untuk tuan rumah Founder Graha Yakusa serta sejumlah pihak yang berkenan berdiskusi dan bersilaturahmi.
"Silaturahmi itu adalah salah satu upaya mempererat persaudaraan serta menjaga tradisi lama bangsa kita yang perlahan tergerus jaman. Dengan silaturahmi apalagi diselingi diskusi dan tukar ide serta gagasan akan semakin memperkukuh persaudaraan termasuk membantu pemerintah dalam mensukseskan program-program utamanya sehingga cita-cita besar negara mensejahterakan masyarakat perlahan bertahap bisa terwujud," kata Mayjend Susilo.
Secara khusus Susilo berjanji akan banyak melakukan silaturahmi dan kunjungan ke sejumlah tokoh masyarakat guna bersama-sama berkalaborasi dalam memajukan negeri.
"Kami sangat konsen terhadap program pemerintah khususnya ketahanan pangan dan pengolahan sampah sehingga di dua sektor itu bisa berkalaborasi dan bersinergi dengan sejumlah stakeholder dan para pihak. Dari Ketahanan Pangan bisa menjadi Berdaulat Pangan dan berikutnya Bangsa ini bisa Swasembada pangan," ungkapnya.
Sektor Ketahanan pangan ini, lanjut Susilo, diharapkan bisa semakin mendukung dan mensukseskan program besar Makan Bergizi Gratis untuk siswa-siswa khususnya di wilayah Malang Raya.
Susilo mengapresiasi dan menanggapi sejumlah ide hasil diskusi di Graha Yakusa dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa termasuk pendamping desa itu.
"Terima kasih untuk sharing ide dan gagasan yang tadi tersampaikan termasuk tadi ada usulan bagaimana tenaga pendamping desa bisa ikut pelatihan bela negara. Terima kasih juga untuk buku kajian historis dan hasil riset dari Sygma Research and Consulting tentang figur RM Margono Djojohadikusumo, ini sosok yang sangat menginspirasi sekali tentang pengabdian dan keikhlasan berbhakti untuk negara dan bangsa," ungkapnya sambil memperlihatkan buku yang diserahkan salah satu peneliti Sygma Research and Consulting, Yuristiarso Hidayat itu.
Lebih detail Susilo menyatakan figur ini yang merupakan Kakek Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjadi Ketua pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara serta pendiri Bank Negara Indonesia 1946 itu perlu disosialisasikan terus ke segenap lapisan masyarakat dan bangsa agar jejak pengabdiannya bisa menginspirasi generasi muda.
Selanjutnya pertemuan Pangdiv 2 Kostrad dengan para pihak itu diakhiri dengan foto bersama sambil mengaungkan slogan Cakra-Cakra berkali-kali yang merupakan simbol Divisi 2 Kostrad.
Yuristiarso Hidayat, Komisaris dan Peneliti Sygma Research and Consulting menyatakan kegembiraannya atas apresiasi Pangdiv 2 Kostad atas hasil karya ilmiah lembaganya.
"SRC [Sygma Research and Consulting] sedang getol melakukan riset sejarah atas tapak jejak pengabdian sosok Bangsawan Pengabdi, RM Margono Djojohadikusumo yang gerak kejuangannya layak ditampilkan ke publik agar bisa dikenang dan ditauladani," kata Yuristiarso yang juga pengurus PWI Jatim itu.
Yuris menambahkan SRC kini sedang menebar sejumlah penelitinya di sejumlah kota dan daerah untuk mengambil dokumentasi jejak langkah pendiri Bank Negara Indonesia 1946.
"Semakin di riset, figur ini semakin menampilkan banyak hal yang mesteri dan semakin menarik dikaji dan didalami termasuk prinsip hidup mengabdi tanpa batas untuk negara yang bersumber pada falsafah asing Noblisse Oblige dari perancis itu," tegas Tenaga Ahli Kemendesa di Kabupaten Gresik itu.
SRC sedang menyusin sejumlah karya ilmiah baik buku maupun dokumentasi lainnya agar publik bisa semakin mengenal RM Margono itu.
Susilo mengapresiasi dan menanggapi sejumlah ide hasil diskusi di Graha Yakusa dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa termasuk pendamping desa itu.
"Terima kasih untuk sharing ide dan gagasan yang tadi tersampaikan termasuk tadi ada usulan bagaimana tenaga pendamping desa bisa ikut pelatihan bela negara. Terima kasih juga untuk buku kajian historis dan hasil riset dari Sygma Research and Consulting tentang figur RM Margono Djojohadikusumo, ini sosok yang sangat menginspirasi sekali tentang pengabdian dan keikhlasan berbhakti untuk negara dan bangsa," ungkapnya sambil memperlihatkan buku yang diserahkan salah satu peneliti Sygma Research and Consulting, Yuristiarso Hidayat itu.
Lebih detail Susilo menyatakan figur ini yang merupakan Kakek Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjadi Ketua pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara serta pendiri Bank Negara Indonesia 1946 itu perlu disosialisasikan terus ke segenap lapisan masyarakat dan bangsa agar jejak pengabdiannya bisa menginspirasi generasi muda.
Selanjutnya pertemuan Pangdiv 2 Kostrad dengan para pihak itu diakhiri dengan foto bersama sambil mengaungkan slogan Cakra-Cakra berkali-kali yang merupakan simbol Divisi 2 Kostrad.
Yuristiarso Hidayat, Komisaris dan Peneliti Sygma Research and Consulting menyatakan kegembiraannya atas apresiasi Pangdiv 2 Kostad atas hasil karya ilmiah lembaganya.
"SRC [Sygma Research and Consulting] sedang getol melakukan riset sejarah atas tapak jejak pengabdian sosok Bangsawan Pengabdi, RM Margono Djojohadikusumo yang gerak kejuangannya layak ditampilkan ke publik agar bisa dikenang dan ditauladani," kata Yuristiarso yang juga pengurus PWI Jatim itu.
Yuris menambahkan SRC kini sedang menebar sejumlah penelitinya di sejumlah kota dan daerah untuk mengambil dokumentasi jejak langkah pendiri Bank Negara Indonesia 1946.
"Semakin di riset, figur ini semakin menampilkan banyak hal yang mesteri dan semakin menarik dikaji dan didalami termasuk prinsip hidup mengabdi tanpa batas untuk negara yang bersumber pada falsafah asing Noblisse Oblige dari perancis itu," tegas Tenaga Ahli Kemendesa di Kabupaten Gresik itu.
SRC sedang menyusin sejumlah karya ilmiah baik buku maupun dokumentasi lainnya agar publik bisa semakin mengenal RM Margono itu.