
Suaraperubahan.com / Malang - Laporan keuangan merupakan aspek yang sangat penting dalam suatu badan usaha, karena dapat membantu pengambilan keputusan strategis untuk pengembangan usaha.
Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kualitas laporan keuangan yang sehat sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dapat menjadi daya tarik bagi investor dan kreditor sebagai penyedia modal tambahan.
Desa Ngantru merupakan salah satu desa di mana masyarakatnya masih bergantung pada usaha sebagai sumber perekonomian.
Mahasiswa Unitri yang sedang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) di desa tersebut bernisiatif untuk mendampingi beberapa UMKM yang berada di desa tersebut.
Salah satu UMKM yang didampingi adalah UMKM J&M, yang memproduksi camilan Carang Mas dengan bahan baku dari ubi jalar.
"Pengamatan kami dilapangan, di desa ini masih banyak UMKM yang belum memahami konsep entitas dan penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM, dalam pengelolaan keuangan perusahaan." ungkap salah satu peserta PMT saat ditemui Suaraperubahan.com, Senin (3/2/24).
"Melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan dan pemasaran digital, kami berharap dapat membantu menciptakan UMKM yang sehat dan usaha yang berkelanjutan," ujar Ketua Tim PMT.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Desa Ngantru dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya laporan keuangan yang sesuai standar. Hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan usaha, termasuk dalam menarik minat investor dan kreditor untuk pengembangan.
Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kualitas laporan keuangan yang sehat sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dapat menjadi daya tarik bagi investor dan kreditor sebagai penyedia modal tambahan.
Desa Ngantru merupakan salah satu desa di mana masyarakatnya masih bergantung pada usaha sebagai sumber perekonomian.
Mahasiswa Unitri yang sedang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) di desa tersebut bernisiatif untuk mendampingi beberapa UMKM yang berada di desa tersebut.
Salah satu UMKM yang didampingi adalah UMKM J&M, yang memproduksi camilan Carang Mas dengan bahan baku dari ubi jalar.
"Pengamatan kami dilapangan, di desa ini masih banyak UMKM yang belum memahami konsep entitas dan penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM, dalam pengelolaan keuangan perusahaan." ungkap salah satu peserta PMT saat ditemui Suaraperubahan.com, Senin (3/2/24).
"Melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan dan pemasaran digital, kami berharap dapat membantu menciptakan UMKM yang sehat dan usaha yang berkelanjutan," ujar Ketua Tim PMT.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Desa Ngantru dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya laporan keuangan yang sesuai standar. Hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan usaha, termasuk dalam menarik minat investor dan kreditor untuk pengembangan.