
Suaraperubahan.com / Malang - Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, merupakan sentra penghasil durian berkualitas di Kabupaten Malang. Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal untuk meningkatkan perekomian petani Durian.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa dari Kelompok 8 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan dodol durian, Kamis (13/2/25).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa setempat bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani durian, melalui pengolahan buah durian sehingga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
"Selama kami melaksanakan kegiatan PMT di desa ini, kami masih melihat buah durian yang melimpah dikawasan ini hanya dijual buahnya saja, Padahal, jika diolah menjadi produk olahan atau diversifikasi, ada potensi peningkatan ekonomi bagi petani durian," ujar Srianus Binardo, Koordinator PMT.
Pelatihan ini dihadiri oleh anggota PKK Dusun Plumbang dan beberapa warga desa lainnya.
Selain memberikan pelatihan pembuatan dodol durian, kegiatan ini juga diiringi dengan sosialisasi terkait Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).
"Program ini, juga kami rancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut memperoleh izin PIRT, sehingga produk olahan mereka dapat dipasarkan secara lebih luas." terang Editya Hendrawarman, Dosen Pembimbing Lapang kegiatan PMT.
Dalam pelatihan, peserta diajarkan langkah-langkah praktis pembuatan dodol durian, mulai dari pengolahan bahan dasar hingga proses pengemasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan melimpahnya hasil panen durian di Desa Pandansari agar tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang pengolahan pangan, khususnya dalam memanfaatkan durian sebagai produk unggulan Desa Pandansari," ujar salah satu anggota Kelompok 8 PMT.
Selain itu, kelompok ini juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan oleh generasi PMT berikutnya, tidak hanya mengembangkan potensi durian, tetapi juga hasil pertanian atau produk lokal lainnya yang dimiliki desa.
"Sosialisasi seperti ini diharapkan dapat mendukung perkembangan UMKM warga setempat melalui edukasi berkelanjutan." pungkas Srianus Binardo.
Program pelatihan ini disambut antusias peserta.
"Kegiatan ini membantu kami untuk memahami cara memanfaatkan hasil panen durian secara lebih kreatif dan bernilai jual. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami bermimpi Desa Pandansari tidak hanya terkenal dengan buah duriannya saja, tapi hasil olahannya juga." ucap salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya, disela-sela berlangsungnya pelatihan.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa dari Kelompok 8 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan dodol durian, Kamis (13/2/25).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa setempat bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani durian, melalui pengolahan buah durian sehingga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
"Selama kami melaksanakan kegiatan PMT di desa ini, kami masih melihat buah durian yang melimpah dikawasan ini hanya dijual buahnya saja, Padahal, jika diolah menjadi produk olahan atau diversifikasi, ada potensi peningkatan ekonomi bagi petani durian," ujar Srianus Binardo, Koordinator PMT.
Pelatihan ini dihadiri oleh anggota PKK Dusun Plumbang dan beberapa warga desa lainnya.
Selain memberikan pelatihan pembuatan dodol durian, kegiatan ini juga diiringi dengan sosialisasi terkait Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).
"Program ini, juga kami rancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut memperoleh izin PIRT, sehingga produk olahan mereka dapat dipasarkan secara lebih luas." terang Editya Hendrawarman, Dosen Pembimbing Lapang kegiatan PMT.
Dalam pelatihan, peserta diajarkan langkah-langkah praktis pembuatan dodol durian, mulai dari pengolahan bahan dasar hingga proses pengemasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan melimpahnya hasil panen durian di Desa Pandansari agar tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang pengolahan pangan, khususnya dalam memanfaatkan durian sebagai produk unggulan Desa Pandansari," ujar salah satu anggota Kelompok 8 PMT.
Selain itu, kelompok ini juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan oleh generasi PMT berikutnya, tidak hanya mengembangkan potensi durian, tetapi juga hasil pertanian atau produk lokal lainnya yang dimiliki desa.
"Sosialisasi seperti ini diharapkan dapat mendukung perkembangan UMKM warga setempat melalui edukasi berkelanjutan." pungkas Srianus Binardo.
Program pelatihan ini disambut antusias peserta.
"Kegiatan ini membantu kami untuk memahami cara memanfaatkan hasil panen durian secara lebih kreatif dan bernilai jual. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami bermimpi Desa Pandansari tidak hanya terkenal dengan buah duriannya saja, tapi hasil olahannya juga." ucap salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya, disela-sela berlangsungnya pelatihan.